GERBANG LOGIKA
OLEH
KELOMPOK :7
KELAS :3IF1
Program Studi Informatika
Fakultas Teknik
Universitas Khairun
2015
KELOMPOK :7
KELAS :3IF1
Program Studi Informatika
Fakultas Teknik
Universitas Khairun
2015
Nama Kelompok 7
Rahmad Saputra
Desi Anggreini
Djunaidi Laundja
Heni Satriono
Wirsal Bangsa
Wirsal Bangsa
Billi Fanseus
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada
Allah SWT serta rahmat dan hidayah-NYA dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kami selaku penulis telah berhasil dalam menyusun makalah ini dengan judul Gerbang Logika.
Dalam penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan.Maka dari itu kami sebagai penulis sangat menyadari bahwa perlunya kritikan dan
saran yang sifatnya membangun demi perbaikan makalah ini kedepannya. Ibarat pepatah “Tiada gading yang
tak retak” manusia tempatnya khilafah dan alfa. Untuk itu penulis mengharapkan
saran serta kritik guna perbaikan dimasa mendatang. Akhir kata, semoga apa yang
penulis lakukan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Bil`lahi taufiq wal hidayah wasalam`ualaikum Wr Wb.
Bil`lahi taufiq wal hidayah wasalam`ualaikum Wr Wb.
Ternate,9 Oktober
2015
Penulis
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 BATASAN MASALAH
1.4 TUJUAN PENULISAN
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
1.6 METODE
BAB 2 ISI
2.1 PENGERTIAN GERBANG LOGIKA
2.2 MACAM-MACAM GERBANG LOGIKA
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 BATASAN MASALAH
1.4 TUJUAN PENULISAN
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
1.6 METODE
BAB 2 ISI
2.1 PENGERTIAN GERBANG LOGIKA
2.2 MACAM-MACAM GERBANG LOGIKA
BAB 3 PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
3.2 SARAN
3.1 KESIMPULAN
3.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan
teknologi komputer telah membuat ruang batas perangkat lunak dan
perangkat keras semakin sempit. Komputer sebagai sistem tidak dapat
dipahami tanpa memahami kedua aspek tersebut. Kalau dalam dekade sebelumnya,
rangkaian logika digital dianggap perlu dipahami hanya oleh orang-orang yang
bekerja dalam bidang perangkat keras komputer, kini disadari bahwa
pemahaman rangkaian logika digital juga merupakan keharusan bagi
orang-orang yang bekerja dalam bidang perangkat lunak atau program
komputer.
Peralatan listrik dewasa ini
cenderung menggunakan rangkaian listrik digital. Bahkan saat ini rangkaian
elektronika digital sudah bukan barang asing lagi. Sebenarnya, sebuah rangkaian
digital tidak harus selalu berupa rangkaian rumit dengan banyak komponen kecil
seperti yang ada pada komputer, handphone atau kalkulator. Sebuah rangkaian
dengan kerja sederhana yang menerapkan prinsip-prinsip digital, juga merupakan
sebuah rangkaian digital.
Rangkaian listrik digital dibangun dari
gerbang logika. Gerbang dalam rangkaian logika merupakan fungsi yang
menggambarkan hubungan antara masukan dan keluaran. Gerbang logika
mempunyai output 1 dan 0. Output suatu rangkaian
logika dapat dianalisis menggunakan aljabar Boole dengan mengacu pada
suatu persamaan logika.
Gerbang sendiri
yang diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari semua
rangkaian yang menggunakan sistem digital. Gerbang logika dasar meliputi or, and dan not.
Adapun gerbang logika kombinasi merupakan perpaduan-perpaduan antara gerbang
logika dasar.
Adapun alasan kami memberi judul
“Rangkaian Gerbang Logika NOR” pada makalah ini, adalah untuk mencoba membuat
rangkaian tersebut serta menguji cobakan pada teori yang ada.
1.2 Rumusan
Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam
makalah ini adalah cara membuat rangkaian gerbang logika NOR yang merupakan
kombinasi dari rangkaian gerbang logika dasar not dan Or, serta menguji cobakan
rangkaian tersebut.
1.3 Batasan
Masalah
Agar pembahasan penelitian ini tidak
menyimpang dari apa yang telah dirumuskan, maka diperlukan batasan-batasan.
Batasan-batasan dalam penelitian ini adalah :
1.
Masukan perangkat lunak adalah persamaan logika yang
terdiri dari maksimum 4 (empat) variabel yaitu A, B, C, D dan menghasilkan 1
(satu) output Y. Penulisan variabel harus huruf A, B, C, D.
2.
Gerbang logika yang digunakan yaitu gerbang dasar NOT
dan OR
3.
Gerbang NOR dianalisis denganmenggunakan kombinasi
gerbang dasar.
4.
Output yang dihasilkan perangkat lunak adalah
tabel kebenaran dari persamaan logika dan diagram rangkaian logika.
1.4 Sistematika
Penulisan
Daftar
isi
Cover
Kata Pengantar
Daftar isi
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalh
1.3 Batasan masalah
1.4 Sistematika penulisan
1.5 Tujuan penulisan
Kata Pengantar
Daftar isi
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalh
1.3 Batasan masalah
1.4 Sistematika penulisan
1.5 Tujuan penulisan
Bab 2 pembahasan
2.1 Pengertian gerbang logika
2.2 Macam-macam gerbang logika
2.1 Pengertian gerbang logika
2.2 Macam-macam gerbang logika
Bab 3 penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
1.5 Tujuan
Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah
ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi
tugas yang diberikan oleh guru pembimbing KK-1
2. Untuk menambah
pengetahuan serta wawasan bagi penulis serta pembaca
BAB
2
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Gerbang Logika
Gerbang dasar logika merupakan bentuk gambaran yang
mengkombinasikan masukan–masukan sinyal digital menjadi satu keluaran digital
yang baru. Dalam elektronika digital bilangan matematika yang digunakan adalah
adalah bilangan Biner. Bilangan ini hanya terdiri dari dua sistem bilangan
yaitu “0“ dan “1“, berbeda dengan bilangan desimal yang memiliki 10 sistem
bilangan mulai “0“ sampai dengan “9“
Gerbang yang
diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari semua rangkaian
yang menggunakan sistem digital. Semua fungsi digital pada dasarnya
tersusun atas gabungan beberapa gerbang logika dasar yang disusun berdasarkan fungsi yang diinginkan. Gerbang -gerbang dasar ini bekerja atas dasar logika
tegangan yang digunakan dalam teknik digital.Logika tegangan adalah asas dasar
bagi gerbang-gerbang logika. Dalam teknik digital apa yang
dinamakan logika tegangan adalah dua kondisi tegangan yang saling berlawanan.
Kondisi tegangan “ada tegangan” mempunyai istilah lain “berlogika satu” (1)
atau “berlogika tinggi” (high), sedangkan “tidak ada tegangan” memiliki istilah
lain “berlogika nol” (0) atau “berlogika rendah” (low). Dalam membuat rangkaian
logika kita menggunakan gerbang-gerbang logika yang sesuai dengan yang
dibutuhkan. Rangkaian digital adalah sistem yang mempresentasikan sinyal
sebagai nilai diskrit. Dalam sebuah sirkuit digital,sinyal direpresentasikan
dengan satu dari dua macam kondisi yaitu 1 (high, active, true,) dan 0 (low,
nonactive,false).” (Sendra, Smith, Keneth C).
Pada elektronika
digital angka “0“ pada bilangan biner mewakilkan tingkat tegangan rendah
(dibawah 1V) dan angka “1“ mewakilkan tingkat tegangan tinggi (antara 3V s.d.
5V).
Gerbang
Logika merupakan
suatu entitas dalam elektronika dan matematika boolean yang mengubah satu atau
beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik.Gerbang logika
atau sering juga disebut gerbang logika boolean merupakan sebuah sistem
pemrosesan dasar yang dapat memproses input-input yang berupa bilangan biner
menjadi sebuah output yang berkondisi yang akhirnya digunakan untuk proses
selanjutnya.
Gerbang Logika adalah rangkaian dasar yang membentuk komputer. Jutaan transistor di dalam mikroprosesor membentuk ribuan gerbang logika. Sebuah gerbang logika sederhana mempunyai satu terminal output dan satu atau lebih terminal input.
Keluarannya dapat tinggi (1) atau rendah (0), tergantung level digital yang diberikan pada terminal input. Gerbang logika sangat penting dipakai dalam berbagai rangkaian elektronika.
Gerbang Logika adalah rangkaian dasar yang membentuk komputer. Jutaan transistor di dalam mikroprosesor membentuk ribuan gerbang logika. Sebuah gerbang logika sederhana mempunyai satu terminal output dan satu atau lebih terminal input.
Keluarannya dapat tinggi (1) atau rendah (0), tergantung level digital yang diberikan pada terminal input. Gerbang logika sangat penting dipakai dalam berbagai rangkaian elektronika.
2.2 Macam-macam logika
1. Gerbang AND
Gerbang AND akan berlogika 1 atau keluarannya akan berlogika 1 apabila semua masukan / inputannya berlogika 1, namun apabila semua atau salah satu masukannya berlogika 0 maka outputnya akan berlogika 0.
Gerbang AND adalah gerbang yang memberikan keluaran 1 bila semua masukkan diberikan 1. Pada gambar tabel kebenaran untuk
2 buah masukkan pada gerbang AND, dengan X akan berlogika 1 jika kedua input berlogika 1. Dalam persamaan Boolean dapat ditulis X=A.B
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND (AND Gate)
2. Gerbang OR
Gerbang OR adalah gerbang yang akan memberikan keluaran berlogika 1 bila gerbang inputnya ada yang diberikan logika 1. Gerbang OR juga bisa mempunyai lebih dari 2 input. Dalam persamaan Boolean dapat ditulis
X = A + B
Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang
dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka
inputan yang dimasukkan harus bernilai 0 semua.
Simbol dan
Tabel Kebenaran Gerbang OR (OR Gate)
3. Gerbang
NOT
Gerbang logika inverter digunakan seperti gerbang logika AND dan OR terkecuali gerbang inverter mempunyai tambahan rangkaian output yang membalik. Pada dasarnya ada tiga gerbang logika inverter : NAND (NOT-AND) dan NOR (NOT-OR). Jika inverter ini dimasukkan 1 akan mengubah keluaran inverter menjadi 0 daan jika inverter ini dimasukkan 0, maka akan mengubah keluaran inverter menjadi 1. Persamaan Boolean untuk inverter adalah ( X = Tidak A).
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya.
Simbol dan
Tabel Kebenaran Gerbang NOT (NOT Gate)
4. Gerbang NAND
Operasi dari gerbang NAND sama
dengan operasi gerbang AND tetapi keluarannya adalah inverter. Simbol dari
gerbang NAND dibuat dari gerbang AND tetapi perbedaannya gerbang NAND terdapat
lingkaran kecil pada keluarannya. Persamaan Boolean untuk gerbang NAND dapat
ditulis
Gerbang NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau salah satu inputannya bernilai 0.
Gerbang NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau salah satu inputannya bernilai 0.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang
NAND (NANDGate)
Gerbang NOR merupakan gerbang
logika yang outputnya akan berlogika 1 apabila semua inputannya bernilai 0, dan
outpunya akan berlogika 0 apabila semua atau salah satu inputannya inputannya
berlogika 1.
Operasi gerbang NOR sama seperti dengan gerbang OR tetapi bedanya keluarannya diinverterkan (dibalikkan). perbedaan simbol gerbang OR dan NOR dapat dilihat dari lingkaran yang ada pada outputnya. Persamaan Boolean untuk fungsi NOR adalah dengan kata lain X akan 0 bila A atau B = 1.
Operasi gerbang NOR sama seperti dengan gerbang OR tetapi bedanya keluarannya diinverterkan (dibalikkan). perbedaan simbol gerbang OR dan NOR dapat dilihat dari lingkaran yang ada pada outputnya. Persamaan Boolean untuk fungsi NOR adalah dengan kata lain X akan 0 bila A atau B = 1.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR (NOR Gate)
6. Gerbang
XOR
Gerbang XOR merupakan kepanjangan
dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1
apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan
memberikan keluarannya 0.
Gerbang XOR hanya akan terbuka bila muncul satuan bilangan ganjil pada masukan. Baris 2 dan 3 dari tabel kebenaran mempunyai satuan bilangan ganjil, oleh karena itu keluaran akan terbuka dengan level logika tinggi (1). Baris 1 dan 4 dari tabel kebenaran tersebut berisi satuan bilangan genap (0 dan 2), oleh karena itu gerbang XOR tidak terbuka dan akan muncul logika rendah (0) pada keluaran.
Gerbang XOR hanya akan terbuka bila muncul satuan bilangan ganjil pada masukan. Baris 2 dan 3 dari tabel kebenaran mempunyai satuan bilangan ganjil, oleh karena itu keluaran akan terbuka dengan level logika tinggi (1). Baris 1 dan 4 dari tabel kebenaran tersebut berisi satuan bilangan genap (0 dan 2), oleh karena itu gerbang XOR tidak terbuka dan akan muncul logika rendah (0) pada keluaran.
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.
Gerbang Eksklusif-NOR atau biasa disingkat sebagai gerbang XNOR merupakan gabungan dua gerbang logika yaitu gerbang XOR dan NOT. Keluaran dari gerbang XNOR merupakan kebalikan dari gerbang XOR. Keluaran gerbang XNOR hanya akan bernilai logika “1“ jika kedua masukan-nya memiliki nilai logika yang sama, selain daripada itu keluaran dari gerbang XNOR akan bernilai logika “0“.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Gerbang dasar
logika merupakan bentuk gambaran yang mengkombinasikan masukan–masukan sinyal
digital menjadi satu keluaran digital yang baru. Dalam elektronika digital
bilangan matematika yang digunakan adalah adalah bilangan Biner. Bilangan ini
hanya terdiri dari dua sistem bilangan yaitu “0“ dan “1“, berbeda dengan
bilangan desimal yang memiliki 10 sistem bilangan mulai “0“ sampai dengan “9“.
Ada 7 jenis gerbang logika yaitu OR, AND, NAND, NOR, Inverter, EXOR, dan
EXNOR.Flip-flop adalah keluarga Multivibrator yang mempunyai dua keadaaan
stabil atau disebut Bistobil Multivibrator. Rangkaian flip-flop mempunyai sifat
sekuensial karena sistem kerjanya diatur dengan jam atau pulsa, yaitu
sistemsistem tersebut bekerja secara sinkron dengan deretan pulsa berperiode T
yang disebut jam sistem (System Clock atau disingkat menjadi CK).
1. Gerbang logika NOR merupakan kombinasi gerbang logika dasar Not
dan Or
dan Or
2. Gerbang logika NOR merupakan kebalikan dari logika Or
3. Dalam suatu rangkaian NOR, Apabila salah satu saklar ditekan, maka
lampu tidak akan menyala, karena tidak ada arus yang mengalir ke
lampu.
lampu tidak akan menyala, karena tidak ada arus yang mengalir ke
lampu.
4. Dalam
suatu rangkaian NOR, Apabila dua saklar pada rangkaian ditekan
secara bersamaan, maka lampu tidak akan memyala, karena terjadi
konsleting pada rangkaian.
secara bersamaan, maka lampu tidak akan memyala, karena terjadi
konsleting pada rangkaian.
5. Dalam suatu rangkaian NOR
Apabila dua saklar pada rangkaian tidak ditekan, maka lampu akan menyala,
karena ada arus yang mengalir sebab tidak dialihkan oleh dua saklar tersebut.
3.2 SARAN
1.Agar makalah ini dapat dijdikan sebagai bahan bacaan yang cukup sederhana
2.agar makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber refrensi walaupun tidak
begitu sempurna
3.dan setidaknya makalah ini dapat dijadikan sebagai nilai tambah semestinya
3.dan setidaknya makalah ini dapat dijadikan sebagai nilai tambah semestinya
DAFTAR
PUSTAKA