Selasa, 13 Oktober 2015


                      GERBANG LOGIKA
                                                     

OLEH
       KELOMPOK     :7
              KELAS             :3IF1








Program Studi Informatika
Fakultas Teknik
Universitas Khairun
2015


                                                                    
 




































































Nama Kelompok 7

Rahmad Saputra
Desi Anggreini
Djunaidi Laundja
Heni Satriono
Wirsal Bangsa
Billi Fanseus







KATA PENGANTAR

 



 Assalamualaikum Wr. Wb.
      Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT serta rahmat dan hidayah-NYA dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kami selaku penulis telah berhasil dalam menyusun makalah ini dengan judul Gerbang Logika.
Dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Maka dari itu kami sebagai penulis sangat menyadari bahwa perlunya kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan makalah ini kedepannya. Ibarat pepatah “Tiada gading yang tak retak” manusia tempatnya khilafah dan alfa. Untuk itu penulis mengharapkan saran serta kritik guna perbaikan dimasa mendatang. Akhir kata, semoga apa yang penulis lakukan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Bil`lahi taufiq wal hidayah wasalam`ualaikum Wr Wb.






                                                                                                           Ternate,9 Oktober 2015


                                                                                                                          Penulis
  






DAFTAR ISI




COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI


BAB  1   PENDAHULUAN
                1.1 LATAR BELAKANG
                1.2 RUMUSAN MASALAH
                1.3 BATASAN MASALAH
                1.4 TUJUAN PENULISAN
                1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
                1.6 METODE

BAB 2    ISI
                2.1 PENGERTIAN GERBANG LOGIKA
                2.2 MACAM-MACAM GERBANG LOGIKA


BAB 3    PENUTUP
                3.1 KESIMPULAN
                3.2 SARAN



DAFTAR PUSTAKA






BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

          Perkembangan teknologi komputer telah membuat ruang batas perangkat lunak dan  perangkat keras semakin sempit. Komputer sebagai sistem tidak dapat dipahami tanpa memahami kedua aspek tersebut. Kalau dalam dekade sebelumnya, rangkaian logika digital dianggap perlu dipahami hanya oleh orang-orang yang bekerja dalam bidang  perangkat keras komputer, kini disadari bahwa pemahaman rangkaian logika digital  juga merupakan keharusan bagi orang-orang yang bekerja dalam bidang perangkat  lunak atau program komputer.

Peralatan listrik dewasa ini cenderung menggunakan rangkaian listrik digital. Bahkan saat ini rangkaian elektronika digital sudah bukan barang asing lagi. Sebenarnya, sebuah rangkaian digital tidak harus selalu berupa rangkaian rumit dengan banyak komponen kecil seperti yang ada pada komputer, handphone atau kalkulator. Sebuah rangkaian dengan kerja sederhana yang menerapkan prinsip-prinsip digital, juga merupakan sebuah rangkaian digital.

        Rangkaian listrik digital dibangun dari gerbang logika. Gerbang dalam  rangkaian logika merupakan fungsi yang menggambarkan hubungan antara masukan  dan keluaran. Gerbang logika mempunyai  output  1 dan 0.  Output  suatu rangkaian  logika dapat dianalisis menggunakan aljabar Boole dengan mengacu pada suatu  persamaan logika.

        Gerbang sendiri yang diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari semua rangkaian yang menggunakan sistem digital. Gerbang logika dasar meliputi or, and dan not. Adapun gerbang logika kombinasi merupakan perpaduan-perpaduan antara gerbang logika dasar.

Adapun alasan kami memberi judul “Rangkaian Gerbang Logika NOR” pada makalah ini, adalah untuk mencoba membuat rangkaian tersebut serta menguji cobakan pada teori yang ada.



1.2 Rumusan Masalah



Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah cara membuat rangkaian gerbang logika NOR yang merupakan kombinasi dari rangkaian gerbang logika dasar not dan Or, serta menguji cobakan rangkaian tersebut.





1.3  Batasan Masalah

Agar pembahasan penelitian ini tidak menyimpang dari apa yang telah dirumuskan, maka diperlukan batasan-batasan. Batasan-batasan dalam penelitian ini adalah :

1.     Masukan perangkat lunak adalah persamaan logika yang terdiri dari maksimum 4 (empat) variabel yaitu A, B, C, D dan menghasilkan 1 (satu) output Y. Penulisan variabel harus huruf A, B, C, D.

2.     Gerbang logika yang digunakan yaitu gerbang dasar NOT dan  OR

3.     Gerbang NOR dianalisis denganmenggunakan kombinasi gerbang dasar.

4.     Output  yang dihasilkan perangkat lunak adalah tabel  kebenaran dari persamaan logika dan diagram rangkaian logika.



1.4 Sistematika Penulisan

Daftar isi

Cover
Kata Pengantar
Daftar isi

Bab 1 Pendahuluan
        1.1 Latar belakang
        1.2 Rumusan masalh
        1.3 Batasan masalah
        1.4 Sistematika penulisan
        1.5 Tujuan penulisan

Bab 2 pembahasan
        2.1 Pengertian gerbang logika
        2.2 Macam-macam gerbang logika

Bab 3 penutup
        3.1 Kesimpulan
        3.2 Saran


Daftar Pustaka





1.5 Tujuan Penulisan

 Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1.   Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru pembimbing KK-1

2.   Untuk menambah pengetahuan serta wawasan bagi penulis serta pembaca











BAB 2
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian Gerbang Logika


Gerbang dasar logika merupakan bentuk gambaran yang mengkombinasikan masukan–masukan sinyal digital menjadi satu keluaran digital yang baru. Dalam elektronika digital bilangan matematika yang digunakan adalah adalah bilangan Biner. Bilangan ini hanya terdiri dari dua sistem bilangan yaitu “0“ dan “1“, berbeda dengan bilangan desimal yang memiliki 10 sistem bilangan mulai “0“ sampai dengan “9“

Gerbang yang diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari semua rangkaian yang menggunakan sistem digital. Semua fungsi digital pada dasarnya tersusun atas gabungan beberapa gerbang logika dasar yang disusun berdasarkan fungsi yang diinginkan. Gerbang -gerbang dasar ini bekerja atas dasar logika tegangan yang digunakan dalam teknik digital.Logika tegangan adalah asas dasar bagi gerbang-gerbang logika. Dalam teknik digital apa yang dinamakan logika tegangan adalah dua kondisi tegangan yang saling berlawanan. Kondisi tegangan “ada tegangan” mempunyai istilah lain “berlogika satu” (1) atau “berlogika tinggi” (high), sedangkan “tidak ada tegangan” memiliki istilah lain “berlogika nol” (0) atau “berlogika rendah” (low). Dalam membuat rangkaian logika kita menggunakan gerbang-gerbang logika yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Rangkaian digital adalah sistem yang mempresentasikan sinyal sebagai nilai diskrit. Dalam sebuah sirkuit digital,sinyal direpresentasikan dengan satu dari dua macam kondisi yaitu 1 (high, active, true,) dan 0 (low, nonactive,false).” (Sendra, Smith, Keneth C).




Pada elektronika digital angka “0“ pada bilangan biner mewakilkan tingkat tegangan rendah (dibawah 1V) dan angka “1“ mewakilkan tingkat tegangan tinggi (antara 3V s.d. 5V).

Gerbang Logika merupakan suatu entitas dalam elektronika dan matematika boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik.Gerbang logika atau sering juga disebut gerbang logika boolean merupakan sebuah sistem pemrosesan dasar yang dapat memproses input-input yang berupa bilangan biner menjadi sebuah output yang berkondisi yang akhirnya digunakan untuk proses selanjutnya.
Gerbang Logika adalah rangkaian dasar yang membentuk komputer. Jutaan transistor di dalam mikroprosesor membentuk ribuan gerbang logika. Sebuah gerbang logika sederhana mempunyai satu terminal output dan satu atau lebih terminal input.

Keluarannya dapat tinggi (1) atau rendah (0), tergantung level digital yang diberikan pada terminal input. Gerbang logika sangat penting dipakai dalam berbagai rangkaian elektronika.



2.2 Macam-macam logika

1. Gerbang AND


Gerbang AND akan berlogika 1 atau keluarannya akan berlogika 1 apabila semua masukan / inputannya berlogika 1, namun apabila semua atau salah satu masukannya berlogika 0 maka outputnya akan berlogika 0.
Gerbang AND adalah gerbang yang memberikan keluaran 1 bila semua masukkan diberikan 1. Pada gambar tabel kebenaran untuk
 2 buah masukkan pada gerbang AND, dengan X akan berlogika 1 jika kedua input berlogika 1. Dalam persamaan Boolean dapat ditulis X=A.B




Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND (AND Gate)

  2. Gerbang OR

Gerbang OR adalah gerbang yang akan memberikan keluaran berlogika 1 bila gerbang inputnya ada yang diberikan logika 1. Gerbang OR juga bisa mempunyai lebih dari 2 input. Dalam persamaan Boolean dapat ditulis

      X = A + B

Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka inputan yang dimasukkan harus bernilai 0 semua.




Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR (OR Gate)
 











     3. Gerbang NOT


Gerbang logika inverter digunakan seperti gerbang logika AND dan OR terkecuali gerbang inverter mempunyai tambahan rangkaian output yang membalik. Pada dasarnya ada tiga gerbang logika inverter : NAND (NOT-AND) dan NOR (NOT-OR). Jika inverter ini dimasukkan 1 akan mengubah keluaran inverter menjadi 0 daan jika inverter ini dimasukkan 0, maka akan mengubah keluaran inverter menjadi 1. Persamaan Boolean untuk inverter adalah  ( X = Tidak A).

Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya. 





Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT (NOT  Gate)  

 



       









4.  Gerbang NAND

Operasi dari gerbang NAND sama dengan operasi gerbang AND tetapi keluarannya adalah inverter. Simbol dari gerbang NAND dibuat dari gerbang AND tetapi perbedaannya gerbang NAND terdapat lingkaran kecil pada keluarannya. Persamaan Boolean untuk gerbang NAND dapat ditulis

Gerbang NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau salah satu inputannya bernilai 0. 

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND (NANDGate) 

5.     Gerbang NOR 
 Gerbang NOR merupakan gerbang logika yang outputnya akan berlogika 1 apabila semua inputannya bernilai 0, dan outpunya akan berlogika 0 apabila semua atau salah satu inputannya inputannya berlogika 1.
Operasi gerbang NOR sama seperti dengan gerbang OR tetapi bedanya keluarannya diinverterkan (dibalikkan). perbedaan simbol gerbang OR dan NOR dapat dilihat dari lingkaran yang ada pada outputnya. Persamaan Boolean untuk fungsi NOR adalah 
 dengan kata lain X akan 0 bila A atau B = 1.


Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR (NOR Gate) 
 





6.     Gerbang XOR  

Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan memberikan keluarannya 0.
Gerbang XOR hanya akan terbuka bila muncul satuan bilangan ganjil pada masukan. Baris 2 dan 3 dari tabel kebenaran mempunyai satuan bilangan ganjil, oleh karena itu keluaran akan terbuka dengan level logika tinggi (1). Baris 1 dan 4 dari tabel kebenaran tersebut berisi satuan bilangan genap (0 dan 2), oleh karena itu gerbang XOR tidak terbuka dan akan muncul logika rendah (0) pada keluaran.


Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR (X-ORGate) 
 





 






7.     Gerbang XNOR 
 
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.
Gerbang Eksklusif-NOR atau biasa disingkat sebagai gerbang XNOR merupakan gabungan dua gerbang logika yaitu gerbang XOR dan NOT. Keluaran dari gerbang XNOR merupakan kebalikan dari gerbang XOR. Keluaran gerbang XNOR hanya akan bernilai logika “1“ jika kedua masukan-nya memiliki nilai logika yang sama, selain daripada itu keluaran dari gerbang XNOR akan bernilai logika “0“.



Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR (X-NOR Gate) 

 







BAB 3
PENUTUP



3.1 KESIMPULAN


Gerbang dasar logika merupakan bentuk gambaran yang mengkombinasikan masukan–masukan sinyal digital menjadi satu keluaran digital yang baru. Dalam elektronika digital bilangan matematika yang digunakan adalah adalah bilangan Biner. Bilangan ini hanya terdiri dari dua sistem bilangan yaitu “0“ dan “1“, berbeda dengan bilangan desimal yang memiliki 10 sistem bilangan mulai “0“ sampai dengan “9“.

Ada 7 jenis gerbang logika yaitu OR, AND, NAND, NOR, Inverter, EXOR, dan EXNOR.Flip-flop adalah keluarga Multivibrator yang mempunyai dua keadaaan stabil atau disebut Bistobil Multivibrator. Rangkaian flip-flop mempunyai sifat sekuensial karena sistem kerjanya diatur dengan jam atau pulsa, yaitu sistemsistem tersebut bekerja secara sinkron dengan deretan pulsa berperiode T yang disebut jam sistem (System Clock atau disingkat menjadi CK).

1. Gerbang logika NOR merupakan kombinasi gerbang logika dasar Not
        dan Or

2. Gerbang logika NOR merupakan kebalikan dari logika Or

3. Dalam suatu rangkaian NOR, Apabila salah satu saklar ditekan, maka
          lampu tidak akan menyala, karena tidak ada arus yang mengalir ke
          lampu.

   4. Dalam suatu rangkaian NOR, Apabila dua saklar pada rangkaian ditekan
        secara bersamaan, maka lampu tidak akan memyala, karena terjadi
        konsleting pada rangkaian.



  5.  Dalam suatu rangkaian NOR

Apabila dua saklar pada rangkaian tidak ditekan, maka lampu akan menyala, karena ada arus yang mengalir sebab tidak dialihkan oleh dua saklar tersebut.



3.2 SARAN


1.Agar makalah ini dapat dijdikan sebagai bahan bacaan yang cukup sederhana
2.agar makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber refrensi walaupun tidak

     begitu sempurna
3.dan setidaknya makalah ini dapat dijadikan sebagai nilai tambah semestinya

























DAFTAR PUSTAKA








 































Tidak ada komentar:

Posting Komentar